Pengendalian Kualitas Produk Bubuk Kopi Menggunakan Metode Six Sigma
DOI:
https://doi.org/10.55537/cosmic.v3i2.1561Kata Kunci:
Six Sigma, Umkm, KopiAbstrak
UMKM untuk memperluas pasarnya karena sering mendapat komplain dari pelanggan karena bubuk kopi yang mereka terima kualitasnya kurang baik seperti rasa asam basi pada bubuk kopi, terdapat noda bintik putih pada bubuk kopi dan aroma bubuk kopi sangit. Six Sigma adalah sebuah metode pemecahan masalah yang tersetruktur dan sistematis menggunakan standar DMAIC (define, measure, action, improve,dan control) sebagai alur prosesnya. Fokus utama Six Sigma adalah pada peningkatan kualitas untuk memenuhi kepuasan pelanggan. cacat aroma sangit pada manusia kurang teliti dan pelatihan karyawan dimana pekerja asal-asalan dalam menyortir bahan baku kopi dengan usulan perbaikan memberikan pelatihan terhadap karyawan dan pengawasan kepada karyawan, pada mesin tidak adanya perawatan mesin secara berkala dimana perputaran mesin pada Mixer lambat dengan usulan perbaikan Mengganti komponen yang sudah aus dan Membuat jadwal perawatan mesin, secara rutin, dan pada lingkungan ruangan yang lembab dan kurang ventilasi menyebabkan ruangan yang lembab menyebabkan munculnya jamur pada ruangan penyimpanan.1. Faktor-faktor yang menyebabkan kecacatan produk bubuk yaitu. Karyawan lalai dalam melakukan produksi yang disebabkan kelelahan serta kurangnya keterampilan dalam bekerja, dikarenakan operator produksi masih minim pengalaman, serta kondisi lingkungan kerja yang kurang pencahayaan. Owner tidak mengawasi operator dalam bekerja. Kurang tertatanya ruang lingkungan kerja dimana bahan baku tidak tertata dengan rapi.
Unduhan
Referensi
[1] Basjir, M., & Hariyono, A. T. (2020). Pengendalian Kualitas dengan Pendekatan Six Sigma dan New Seventools sebagai Upaya Perbaikan Produk. Journal of Research and Technology, 6(2), 297-311.
[2] Dzikri, A. F. H., Hidayat, H., & Negoro, Y. P. (2024). Analisis Pengendalian Kualitas Pada Produk Songkok Menggunakan Metode FMEA dan FTA Pada CV. ABC. G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan, 8(4), 2567-2577.
[3] Desi, Rahmadani., Irmayani, Noer., Muhammad, Zaini. (2021). TA: Identifikasi Sebab Akibat Terjadinya Kerusakan Pada Kopi Bubuk (Studi Kasus Pada Cv Maju Jaya Pratama).
[4] Hairiyah, N., (2020). Penerapan Six Sigma Untuk Memperbaiki Kualitas Roti Di Ud. Cj Bakery [Application of six sigma to improve the bread quality In UD. CJ Bakery]. Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian, 25(1), 35.
[5] Hanifah, P. S. K., & Iftadi, I. (2022). Penerapan Metode Six Sigma dan Failure Mode Effect Analysis untuk Perbaikan Pengendalian Kualitas Produksi Gula. Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya, 8(2), 90- 98.
[6] Mardiansyah, Bagas, Tri. Analisis Six Sigma Untuk Mengurangi Cacat Produk Dan Peningkatan Kualitas Di Pabrik Gula XYZ. Diss. Universitas PGRI Madiun, 2025.
[7] Prasetyo., Kusnandar, W. A., & Nugroho, A. J. (2023). Perbaikan Kualitas Produksi Gula Pasir Dengan Penerapan Lean Six Sigma:(Studi Kasus: PT Madubaru). Jurnal Teknologi Dan Manajemen Industri Terapan, 2(4), 242- 249
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Rudi Saputra, Andung Jati Nugroho

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
