Inovasi Serbuk Jamu dari Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) sebagai Obat Tradisonal

Penulis

  • Silvy Arundita Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Seftika Sari Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Musyirna Rahmah Nasution Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Abrar Hafudz Qalbi Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Adinda Rusyamsi Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Amanda Putri Pratiwi
  • Cindy Ayu Lestari Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Cindy Novia R Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Denisya Anggraini Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Dessy Novita Sari Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Desvica Fitriyani Putri Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Dheanita Liana Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Elvi Nurjannah Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau

DOI:

https://doi.org/10.55537/gabdimas.v4i1.1373

Kata Kunci:

Serbuk Instan, Jahe Merah, Jamu, Zingiber officinale var. rubrum

Abstrak

Rimpang jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) dikenal memiliki spektrum manfaat kesehatan yang luas. Namun, pemanfaatannya di masyarakat sebagian besar masih dalam bentuk konvensional (seperti rebusan atau jamu cair) yang dinilai kurang praktis. Kegiatan pengabdian ini berfokus pada solusi inovatif yaitu pengolahan jahe merah segar menjadi sediaan serbuk instam jamu siap seduh. Serbuk jamu ini diproses menggunakan metode pengeringan pada suhu terkontrol (suhu rendah) dan penggilingan halus. Metode ini dipilih untuk meminimalkan degradasi dan menjaga stabilitas kandungan senyawa aktifnya. Sediaan akhir dikemas secara higienis dalam kemasan zip-lock yang dirancang menarik dan memudahkan konsumen dalam penyajian. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan khalayak sasaran mengenai khasiat jahe merah serta memberikan edukasi dan pelatihan langsung tentang teknik produksi jamu dalam bentuk serbuk instan. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dan praktik (demonstrasi) yang bertempat di Stadion Utama Riau dengan melibatkan 46 responden.  Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 100% responden  telah memiliki kesadaran awal mengenai manfaat jahe merah bagi kesehatan. Namun, sebelum penyuluhan, hanya 33% responden yang menyadari potensi pengolahan jahe merah menjadi jamu serbuk instan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Ali, B. H., Blunden, G., Tanira, M. O., & Nemmar, A. (2008). Some phytochemical, pharmacological and toxicological properties of ginger (Zingiber officinale Roscoe): A review. Food and Chemical Toxicology, 46(2), 409–420. https://doi.org/10.1016/j.fct.2007.09.085

Chrubasik, S., Pittler, M. H., & Roufogalis, B. D. (2005). Zingiberis rhizoma: A comprehensive review on the ginger effect and efficacy profiles. Phytomedicine, 12(9), 684–701. https://doi.org/10.1016/j.phymed.2004.07.009

Handayani, T., Nurkhasanah, S., & Rahayu, D. (2019). Pengaruh metode pengeringan terhadap mutu simplisia jahe merah. Jurnal Penelitian Tanaman Industri, 25(2), 85–92.

Maryani, M., Ratnasari, I., & Handayani, T. (2020). Pemanfaatan tanaman obat sebagai upaya swamedikasi di Kelurahan Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya. Jurnal Layanan Masyarakat, 4(1), 84–90. https://doi.org/10.20473/jlm.v4i1.2020.84-90

Rukmana, H., Sari, A. M., & Lee, S. (2024). Indonesian traditional herbal drinks: Diversity, processing, and potential health benefits. Journal of Ethnic Foods, 11(2), Article 18.

Shirin Adel, P. R., & Prakash, J. (2010). Chemical composition and antioxidant properties of ginger root (Zingiber officinale). Journal of Medicinal Plants Research, 4(24), 2674–2679. https://doi.org/10.5897/JMPR09.464

Sultana, S., Almas, A., Suryanto, Y., Suryaningsih, I., & Nugraha, R. V. (2022). The effects of beliefs, knowledge, and attitude on herbal medicine use during the COVID-19 pandemic: A cross-sectional survey in Indonesia. PLOS ONE, 17(5), e0268244. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0268244

Swandayani, R. E. (2020). Pemanfaatan famili Zingiberaceae sebagai obat tradisional oleh masyarakat Suku Sasak di Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Bionature, 21(2), 21–25. https://doi.org/10.35580/bionature.v21i2.16494

Washikah. (2016). Tumbuhan Zingiberaceae sebagai obat-obatan. Serambi Saintia, 4(1), 35–43.

Zhang, S., Kou, X., Zhao, H., Mak, K. K., Balijepalli, M. K., & Pichika, M. R. (2022). Zingiber officinale var. rubrum: Red ginger’s medicinal uses. Molecules, 27(3), 775. https://doi.org/10.3390/molecules27030775

Unduhan

Diterbitkan

16-01-2026

Cara Mengutip

Arundita, S., Sari , S., Nasution , M. R., Qalbi, A. H., Rusyamsi , A., Pratiwi , A. P., … Nurjannah , E. (2026). Inovasi Serbuk Jamu dari Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) sebagai Obat Tradisonal. Jurnal Garuda Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 1–8. https://doi.org/10.55537/gabdimas.v4i1.1373

Terbitan

Bagian

Artikel