Pengembangan Permen Jelly Rempah sebagai Produk Farmasi yang Inovatif dan Berkhasiat

Penulis

  • Armon Fernando Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • M. Almurdani Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Ihsan Ikhtiarudin Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Tengku Yuni Atika S Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Tiara Salsabila P.A Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Tita Adhaha F Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Venny Wulandari Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Victriani Sitohang Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Winda Windiati Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Yeni Karlina Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Yulius Mubharroq Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Zakiyah Manaf Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau

DOI:

https://doi.org/10.55537/gabdimas.v4i1.1394

Kata Kunci:

Permen Jelly, Rempah, Inovasi Farmasi, Edukasi

Abstrak

Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas rempah-rempah seperti jahe, kunyit, dan sereh yang secara empiris terbukti memiliki aktivitas antioksidan dan imunomodulator. Namun, pemanfaatan rempah tersebut masih terbatas pada pengolahan tradisional yang kurang praktis dan memiliki profil rasa yang kurang diminati oleh masyarakat modern, sehingga potensi manfaat kesehatannya belum teroptimalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan diversifikasi produk herbal melalui pengembangan permen jelly berbasis rempah sebagai sediaan farmasi inovatif yang praktis, memiliki cita rasa menarik, dan bermanfaat bagi kesehatan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan produk secara langsung kepada masyarakat di kawasan Stadion Utama Riau. Evaluasi keberhasilan kegiatan diukur melalui instrumen pre-test dan post-test untuk menilai pemahaman peserta. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan masyarakat. Rata-rata nilai pre-test yang semula berada pada kategori rendah (40–57%) meningkat menjadi 73–84% (post-test) yang dikategorikan dalam rentang cukup hingga baik. Dapat disimpulkan bahwa edukasi yang disertai inovasi formulasi bahan alam efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengonsumsi herbal dalam bentuk sediaan yang lebih modern dan akseptabel.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Adjeng, A. N. T., Ruslin, R., Fitrawan, L. O. M., & Pascayantri, A. (2020). Sosialisasi dan edukasi pemanfaatan tanaman berkhasiat obat dalam menghadapi masa pandemi COVID-19 di Kota Kendari. Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat, 1(2), 62–69.

Ansel, H. C. (2014). Pharmaceutical dosage forms and drug delivery systems (10th ed.). Lippincott Williams & Wilkins.

Erniati, E., & Ezraneti, R. (2020). Aktivitas imunomodulator ekstrak rumput laut. Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, 7(2), 79.

Gusman, V., & Sopianto. (2019). Efektivitas kompres jahe merah terhadap penurunan skala nyeri pada lansia yang menderita rheumatoid arthritis. Jurnal Ners, 3(1), 82–111.

Husna, N. E., Novita, M., & Rohaya, S. (2021). Karakteristik fisikokimia dan sensoris permen jelly jahe (Zingiber officinale) dengan variasi konsentrasi gelatin. Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, 16(2), 88–95.

Jodidio, M., & Schwartz, R. A. (2024). Honey therapies for dermatological disorders: More than just a sweet elixir. International Journal of Dermatology, 63(4), 422–430.

Kasim, V. N. A. (2017). Efektivitas minuman kunyit asam terhadap penurunan nyeri haid pada siswi di SMA Negeri 3 Gorontalo Utara. Jurnal Kesehatan, 2(2), 1–15.

Kementerian Kesehatan RI. (2017). Laporan hasil riset tumbuhan obat dan jamu (RISTOJA). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Knowles, M. S., Holton, E. F., & Swanson, R. A. (2015). The adult learner: The definitive classic in adult education and human resource development (8th ed.). Routledge.

Kusumo, A. R., Wiyoga, F. Y., Perdana, H. P., Khairunnisa, I., Suhandi, R. I., & Prastika, S. S. (2020). Jamu tradisional Indonesia: Tingkatkan imunitas tubuh secara alami selama pandemi.

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.

Puspitasari, D. (2021). Analisis preferensi konsumen terhadap kepraktisan penyajian obat tradisional di era modern. Jurnal Farmasi Komunitas, 8(2), 45–52.

Ramadhani, R. A. (2019). Formulasi dan uji stabilitas permen jelly ekstrak kunyit (Curcuma longa L.) sebagai sumber antioksidan (Skripsi). Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). Free Press.

Sari, A., Pratomo, G. S., & Aziz, A. (2020). Persepsi generasi milenial terhadap konsumsi jamu tradisional: Studi kasus pada profil organoleptik dan daya tarik kemasan. Jurnal Inovasi Herbal, 5(1), 12–20.

Syaputri, E. R., Selaras, G. H., & Farma, S. A. (2021). Manfaat tanaman jahe (Zingiber officinale) sebagai obat tradisional. Prosiding SEMNAS BIO, 1, 579–586.

Winarno, F. G. (2018). Tanaman obat dan khasiatnya: Jahe, kunyit, dan sereh. Gramedia Pustaka Utama.

Wulandari, S., & Saputri, R. (2022). Inovasi sediaan farmasi: Evaluasi organoleptik dan aktivitas fungsional permen jelly herbal kombinasi rimpang. Jurnal Farmasi Indonesia, 19(1), 12–24.

Unduhan

Diterbitkan

11-03-2026

Cara Mengutip

Fernando, A., Almurdani, M., Ikhtiarudin, I., Atika S, T. Y., Salsabila P.A, T., Adhaha F, T., … Manaf, Z. (2026). Pengembangan Permen Jelly Rempah sebagai Produk Farmasi yang Inovatif dan Berkhasiat. Jurnal Garuda Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 27–33. https://doi.org/10.55537/gabdimas.v4i1.1394

Terbitan

Bagian

Artikel