Edukasi Pencegahan Anemia pada Remaja Putri Berbasis Digital melalui Aplikasi LADIES (Lawan Anemia Defisiensi Besi) sebagai Media Pendukung Unit Kesehatan Sekolah

Penulis

  • Andi Nurhana Magfirah Universitas Sam Ratulangi
  • Lilis Handayani Universitas Sam Ratulangi
  • Rahma Rahim Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.55537/gabdimas.v4i2.1922

Kata Kunci:

Anemia, Remaja Putri, Edukasi Kesehatan, Aplikasi LADIES, Teman Sebaya, UKS

Abstrak

Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang dapat memengaruhi kesehatan, produktivitas, dan proses pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai pencegahan anemia melalui edukasi kesehatan, pemanfaatan aplikasi LADIES, pembentukan LADIES Agent, dan pendampingan teman sebaya. Kegiatan dilaksanakan pada 31 remaja putri di MAN Model 1 Manado melalui tahapan pretest, edukasi anemia dan gizi seimbang, praktik penggunaan aplikasi, pelatihan LADIES Agent, monitoring selama 21 hari, dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 85,16 menjadi 92,42 pada hari ke-21. Analisis berpasangan menggunakan uji Wilcoxon signed-rank menunjukkan perbedaan yang signifikan (p = 0,002) dengan rank-biserial effect size yang besar (r = 0,743). Proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 80,6% menjadi 93,5%. Pada evaluasi penggunaan aplikasi yang bersifat self-report, 74,2% peserta menilai aplikasi mudah digunakan dan 80,7% menilai informasi dalam aplikasi membantu pemahaman tentang anemia; namun, 22,6% peserta melaporkan tidak pernah menggunakan aplikasi selama periode monitoring. Hasil ini menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sekaligus menunjukkan bahwa keterlibatan dalam penggunaan aplikasi belum merata. Oleh karena itu, keberlanjutan program memerlukan penguatan pendampingan oleh LADIES Agent dan pemanfaatan aplikasi LADIES sebagai media pendukung edukasi dan promosi kesehatan melalui UKS di lingkungan sekolah.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Ariestiningsih, E. S., Has, D. F. S., Kurniawan, B. A., Yuliati, L., Laurita, H. P., & Arifani, M. N. (2025). Effectiveness of peer education based on social cognitive theory in preventing anemia among adolescent girls at the State Senior High School 1 Kebomas Gresik. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 10(2), 461–470. https://doi.org/10.30867/action.v10i2.2576

Arisman. (2014). Gizi dalam daur kehidupan. Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Beard, J. L. (2000). Iron requirements in adolescent females. The Journal of Nutrition, 130(2), 440–442.

Christin, A., Rahmawati, T., & Sari, M. (2022). Hubungan pengetahuan anemia dengan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 14(2), 95–102.

DeLoughery, E. P. (2024). Global prevalence of anemia among women of reproductive age, 2000–2019. European Journal of Haematology, 113(2), 253–256. https://doi.org/10.1111/ejh.14227

GBD 2021 Anaemia Collaborators. (2023). Prevalence, years lived with disability, and trends in anaemia burden by severity and cause, 1990–2021: Findings from the Global Burden of Disease Study 2021. The Lancet Haematology, 10(9), e713–e734. https://doi.org/10.1016/S2352-3026(23)00160-6

Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health program planning: An educational and ecological approach (4th ed.). McGraw-Hill.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2020). Pedoman pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Kemendikbud.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia 2023 dalam angka. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/ski-2023-dalam-angka/

Magfirah, A. N., Citrakesumasari, Indriasari, R., Syam, A., Salmah, A. U., & Taslim, N. A. (2023). Effectiveness of android-based educational media on knowledge, dietary intake and hemoglobin levels for prevention of anemia in adolescent females. Journal of Public Health and Development, 21(2), 212–222. https://doi.org/10.55131/jphd/2023/210218

Mayer, R. E. (Ed.). (2014). The Cambridge handbook of multimedia learning (2nd ed.). Cambridge University Press.

Nadiyah, N., Briawan, D., & Martianto, D. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia pada remaja putri di Indonesia. Jurnal Gizi Indonesia, 9(2), 98–107.

Nahak, M. P. M., Naibili, M. J. E., Isu, Y. K., & Loe, M. G. (2022). Pendidikan kesehatan tentang pencegahan anemia melalui kombinasi metode ceramah dan leaflet pada remaja putri di SMAN 3 Atambua. Abdimas Galuh, 4(1), 554–562.

Nurhidayati, V. A., Khomsan, A., Riyadi, H., Prasetya, G., Rizkiriani, A., & Amelia, R. (2025). Frekuensi konsumsi pangan sumber zat besi serta pangan pendukung dan penghambat penyerapannya pada remaja putri. Pontianak Nutrition Journal (PNJ), 8(1), 613–619. https://doi.org/10.30602/pnj.v8i1.1792

Nursya’adah, U., Purnamasari, W. M., & Wulandara, Q. (2023). Peer educator modeling in improving adolescent girls’ knowledge about anemia at MTs BPI Baturompe Tasikmalaya City in 2023. Asian Research Midwifery and Basic Science Journal, 1(1).

Palaguna, I. D. G. B. P., Ariastuti, N. L. P., & Widyanthini, D. N. (2024). Tingkat pengetahuan bantuan hidup dasar mahasiswa profesi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. E-Jurnal Medika Udayana, 13(4).

Pasamba, L. A., Titaley, C. R., Istia, S. S., Tahitu, R., Asmin, E., Noya, F. C., Laurence, M. C., Tando, Y. D., Malakauseya, M. L. V., & Sartika Sara, L. (2026). The Jaga Diri digital intervention improved knowledge and adherence to weekly iron-folic acid supplementation among adolescent girls in Maluku Province, Indonesia. Frontiers in Digital Health, 7, 1729623. https://doi.org/10.3389/fdgth.2025.1729623

Rahman, M. J., Rahman, M. M., Sarker, M. H. R., Matsuyama, R., Kakehashi, M., Tsunematsu, M., Ali, M., Ahmed, A., Hawlader, M. D. H., Kawasaki, H., & Shimpuku, Y. (2025). Impact of mobile health-based nutritional education on hemoglobin levels in anemic adolescent girls in rural Bangladesh: A randomized controlled trial. BMC Public Health, 25, 2567. https://doi.org/10.1186/s12889-025-23687-z

Sari, P., Herawati, D. M. D., Dhamayanti, M., Ma’ruf, T. L. H., & Hilmanto, D. (2022). The effect of mobile health (m-Health) education based on WANTER application on knowledge, attitude, and practice (KAP) regarding anemia among female students in a rural area of Indonesia. Healthcare, 10(10), Article 1933. https://doi.org/10.3390/healthcare10101933

Vrinten, J., Van Royen, K., Pabian, S., De Backer, C., & Matthys, C. (2023). Development and validation of a short nutrition literacy scale for young adults. Frontiers in Nutrition, 10, Article 1008971. https://doi.org/10.3389/fnut.2023.1008971

Whitehead, L., Robinson, S., Arabiat, D., Jenkins, M., & Morelius, E. (2024). The report of access and engagement with digital health interventions among children and young people: Systematic review. JMIR Pediatrics and Parenting, 7, e44199. https://doi.org/10.2196/44199

Unduhan

Diterbitkan

13-10-2026

Cara Mengutip

Magfirah, A. N., Handayani, L., & Rahim, R. (2026). Edukasi Pencegahan Anemia pada Remaja Putri Berbasis Digital melalui Aplikasi LADIES (Lawan Anemia Defisiensi Besi) sebagai Media Pendukung Unit Kesehatan Sekolah. Jurnal Garuda Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 121–132. https://doi.org/10.55537/gabdimas.v4i2.1922

Terbitan

Bagian

Artikel